Rabu, 17 Agustus 2011

Cerita Dewasa Pesta seks di Kolam Renang Dengan Teman Sekolah

Cerita dewasa mesum memng sekarang membara sekali di dunia internet dan lainya, bahkan sekarang bisa membuat orang mabuk kepayang karena dari sebuah cerita  dewasa dan sebuah pengalaman dari seorang. Kali ini saya akan mengangkat sebuah cerita yang memang dialami oleh dua gadis yang masih rmaja smu dan memang cewek yang suka sekali apa yang dinamakan sebuah pesta seks dengan anak muda dan seorang cowok ganteng. Kalini merupakan seorang akak adik yang memiliki tubuh undah dan memiliki gairah seks yang sangat besar sekali, bagi kalian semuany para lelaki pasti kalian melihat kedua gadis ini pasti pengennya ngentot terus dengan mereka karenag memiliki perwatakan model wajah yang putih cantik berambut panjang lurus dan selalu berpakaian mini sekali disaat mereka santai. Kadang dikolam renang belakang rumah mereka sering kali mereka renang tanpa busana sehelaipun. Ketika ini terjadi saat mereka ditinggal kluarganya ke luar kota untuk tugas kantor. Selain itu pembokatnya juga pulang kampung untuk menengok keluarganya di kampung, hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk mereka berdua untuk brpesta seks dengan pacar mereka pastinya.
Panggil saja aku Desy dan Ros adalah adik kakak yang berbeda usia 2 tahun. Mereka dari kecil hanya hidup bersama ibu mereka yang bernama Bella yang berprofesi sebagai penyanyi klub malam. Ibu mereka menjanda karena bercerai dari suaminya ketika mereka masih sangat kecil. Konon sang ayah tidak tahan dengan profesi istrinya yang selalu pergi petang dan pulang pagi, terkadang dalam keadaan mabuk.
Semenjak bercerai, kehidupan Bella semakin tidak karuan, mulai jarang pulang dan terkadang dia pulang bersama lelaki yang juga mabuk, dan menginap di rumah Bella. Hal ini mempengaruhi Desy dan Ros yang hanya diasuh oleh bibi pembantu mereka. Terkadang mereka memergoki ibu mereka sedang bercinta dengan lelaki tak dikenal, diruang tamu, atau di kamar yang pintunya terbuka. Bella sudah tidak peduli karena terpengaruh alkohol.
Bella akhirnya meninggal karena suatu penyakit ketika anak2nya masih duduk dibangku SMA. Ada yang mengira dia meninggal karena AIDS atau overdosis. Desy dan Ros secara jujur mengakui kalau mereka tidak terlalu kehilangan ibu mereka, karena memang Bella bukanlah figur ibu yang baik dan sepertinya tidak terlalu perduli dengan kedua anaknya. Untungnya ayah mereka masih rutin mengirimkan uang ke Desy dan Ros untuk keperluan sehari-hari, meskipun dia tidak pernah bertemu anaknya karena sudah menikah lagi dan memiliki keluarga baru.
Akibatnya sudah bisa ditebak. Desy dan Ros terpengaruh oleh pergaulan bebas, Desy yang lebih tua memiliki peran sebagai kakak dan ibu bagi Ros. Namun dibalik itu ia juga memiliki keinginan untuk bersenang-senang. Sementara Ros lebih ekpresif dan agresif di berbagai hal. Secara fisik juga mereka berbeda, Desy lebih tinggi dan langsing, meskipun tetap kelihatan cantik dan lebih sopan dalam berpakaian. Sementara Ros lebih berisi dengan dada dan pinggul yang besar, dan dengan cara berpakaian yang bisa membuat mata lelaki (dan perempuan) membelalak. Dia sudah pacaran dari kelas 6 SD dan ML waktu kelas 3 SMP. Desy malah baru ML kelas 1 SMA.
Tidak jarang mereka terlibat pertengkaran karena Desy cenderung menasihati Ros, sementara Ros dalam hati juga tahu bahwa kakaknya sama saja kelakuannya dengan dia.
Sampai pada suatu hari….

Hari itu Ros pulang sekolah lebih cepat, dengan alasan sakit dia pulang. Padahal sebenarnya dia janjian sama teman2nya mau jalan2 ke mall. Dia ingin menghilangkan suntuk karena 2 hari yang lalu baru putus sama cowonya, Jerri. Alasannya sih udah ga cocok. Tapi Ros dalam hati senang juga diputusin karena dia bisa cari cowok lain yg lebih keren, hehehe….
Sekitar jam 10 siang Ros sampai dirumah. Pas buka pintu depan, ternyata ga dikunci.
“Huh, pasti si Bibi lupa lagi ngunci pintu…!” batinnya. Pembantu mereka memang pulang-pergi, datang pagi utk beres2 rumah dan memasak, sehabis itu itu pulang setelah pekerjaannya selesai.
Ros kemudian menuju meja makan dan melihat menu di meja, hmmm… ayam goreng… Kemudian ketika dia hendak menuju kamarnya dia melihat ada seragam sekolah dilantai, Ros mengambil seragam itu.
“Loh, ini kan punya mbak Desy.. koq ada di lantai? Emang Bibi ga beresin baju?”
Tapi Ros kemudian melihat rok seragam, dan BH tercecer tidak jauh dari situ, semua punya Desy. Penasaran, Ros mengendap-endap ke kamar ibunya. Desy menempati kamar itu sejak Ibu mereka meninggal, Sebelumnya Desy dan Ros satu kamar.
Tiba di depan kamar Desy, terdengar suara2.Ros menempelkan telinganya ke pintu dan samar2 terdengar suara rintihan dan derit tempat tidur. Dia tersenyum mendengarnya.
”Ketauan lo Mbak. Ternyata pulang cepet juga buat maen ama cowok. Hihihi… emang sama aja…!!!” katanya dalam hati.
Pelan2 Ros membuka pintu dan mengintip kedalam kamar. Terlihatlah dari belakang kakaknya sedang berada diatas badan seorang cowok Kepalanya mendongak keatas dengan pinggulnya bergerak naik turun dan terkadang berputar. Di bawah nya terlihat batang penis yang keluar masuk lubang kemaluan kakaknya dengan mantap. Kedua lengan cowok itu meremas bongkahan pantat Desy yang terus bergerak. Tubuh Desy dari belakang terlihat mengkilat karena keringat.
Tiba2 Ros terperanjat karena dia baru sadar bahwa cowok itu adalah..
“JERRI…?? MBAK DESY…???”
Desy dan Jerri kaget mendengar teriakan Ros. Desy segera menutupi tubuhnya dengan seprai dan Jerri menutup selangkangannya dengan celana seragam .
”Ros….? koq udah pulang..??” tanya Desy Gugup….
”Gila ya elo berdua…!!!” Seru Ros.
“Mbak! Gue tau elo sebenernya kayak apa, tapi gue ga nyangka lo maen sama mantan gue sendiri…!!!”
“Dan elo, Jer! Lo putusin gue dengan alasan udah ga cocok, tapi itu cuman alasan elo biar bisa ngentot sama kakak gue kan?? Beneran tai lo Jer..!!! Kontol lo tuh ga bisa dijaga…!!!”.
Ros berlari menuju kamarnya pambil menangis, dia masuk kamar dengan membanting pintunya.. “BRAKK..!!”
“Mendingan lo pulang deh Jer…” kata Desy sambil mengenakan daster dan celana dalam.
“Tapi belom keluar yank, tanggung…” kata Jerri pambil memperlihatkan mr. P nya yang masih tegak, dan lengannya memegang pantat Desy yang bulat.
”HEH! Gue bilang pulang, pulang! Mau gue teriakin biar orang sekampung dateng..!!” Hardik Desy sambil menepis tangan Jerri.
”Iya iya….!!” Jerri bergegas berpakaian dan keluar. Dalam hati dia meggerutu
”Sialan, jadi kentang deh gue. Ga adek ga kakak sama aja galaknya…”
Desy menuju kamar Ros dan mengetuk pintunya.
”Roos… maafin gue ya, gue ngaku salah, boleh masuk ga?”
Tidak lama terdengar suara kunci dibuka dari dalam, Desy membuka pintu dan menghampiri adeknya yang tengkurap di tempat tidur dengan cemberut.
”Ros, masih ngambek ya? Iya gue emang salah. Jerri itu udah lama ngedeketin gue, tapi gue ga mau dan gue juga ga cerita karena ga enak sama elo. Pas kemaren dia di sekolah dia bilang udah putus sama elo.” Ros bercerita pelan pambil menunduk. Perasaannya bercampur antara malu dan bersalah.
“Sebenernya bukan itu mbak. aku emang udah putus sama Jerri tapi kadang suka kesel kalo mbak ngelarang2 aku padahal kan sebenernya mbak juga sama kaya aku..” kata Ros.
“Tambah lagi si Jerri yang muna pake alesan ga cocok segala, padahal kalo dia bilang mau cari cewek lain juga gapapa kok…”
“Iya deh… elo udah gede kok. Gue percaya sama elo, gue kan cuman ga mau kalo lo kenapa2…“ Desy dan Ros kemudian berpelukan dan berdamai.
“Eh mbak, tadi maen sama Jeri enak gak? Dia kan kalo keluar lama… hehehe..” tanya Ros nakal.
”Apaan sih lo…?” Kata Desy sambil memukul kepala adikknya dengan bantal.
” Iya lama tapi…segini…” Desy menujukkan kelingkingnya….
”Bwuahahaha……. ternyata doyan yg gede juga”
Desy dan Ros tertawa geli.
Semenjak hari itu hubungan keduanya menjadi lebih baik. Mereka lebih terbuka satu sama lain terutama masalah seks dengan pasangan masing2. Ros bahkan sering mengusulkan ide-ide nakalnya.
”Mbak kapan2 kita maen berempat yuk… biar seru!”
”Heh? Gila apa… ogah ah!” tolak Desy.
Desy memang tahu kalau Ros paling senang kalo orgy, hampir tiap wiken Ros berombongan sama teman2nya ke villa seperti di Puncak, Sukabumi, Anyer, dll. (istilah mereka study tour) Pulangnya Ros selalu cerita ke Desy dan memperlihatkan video di Hp ketika dia dan gengnya sedang pesta seks. Biasanya geng nya dia terdiri dari 3 cewek 3 cowok. Tapi kadang lebih. Yang modalin adalah Ray, anak pejabat dan Sony, anak pengusaha. Dua sahabat yang doyan main perempuan berteman sama perempuan seksi yang doyan main laki-laki, tentu jadi geng yang kompak…
Ketika liburan kenaikan kelas, Ray dan Sony kembali mengadakan ”study tour”. Mereka berencana mengadakan pesta yang meriah karena sudah beberapa bulan in stress dengan ujian dan ulangan. Yang diajak adalah Jonas, anak basket teman mereka.
”Ceweknya siapa aja, bro?” tanya Jonas ke Ray.
”Biasanya sih gua ngajak Sonya, ntar paling dia ajak temennya juga…” kata Ray.
”Temennya Sonya, Della dong… asik tuh bodinya.. terus satu lagi si Ros… yg paling bohay di sekolah kita. Wajib ikut dia bro…” Jonas mulai semangat 45.
”Iya tar gua bilang ma Sonya..” Ray kemudian menelpon Sonya lewat Hpnya.
”Kriiiiingggg……..!” (klasik ringtone bro!)
”Haloh…?” Sonya mengangkat telepon dan Ray menyampaikan maksud dan tujuannya.
”Gue tanya dulu ya Ray, tar gue kabarin…”
Dirumahnya, Ros sedang menonton infoteinment ketika HP nya bunyi, dengan nama caller ”s0nYza_Luph”
”Ya Nya..?”
”Ros, gi ngapain cin..?”
”Ga ngapa2in, kenapa?”
”Ray ngajak study tur ke Puncak, si Della udah mau ikut.. Lo ikut ga?”
”Siapa aja cowokya..?”
“Ray ama Sony ama Jonas..”
“Jonas? Waaw…! ikut dooong…. jadi berenem?” Mata R os berbinar. Dia memang sudah lama naksir sama Jonas.
”Yup, tapi paling nanti di Puncak nambah cewek lagi, lo tau kan si Sony.. mesti ada orang lokal, hihihihi….”
”Emang dasar tuh si botak… mentang2 kontolnya gede…”
”Hahahaha… ya udah, tar dijemput ya cin…”
Ros kemudian berlari menuju kamar kakaknya. Desy tampak baru selesai mandi dan masih berbalut handuk.
”Mbak, gue mau kepuncak ya, sama Sonya sama Della..”
”Berapa lama?” tanya Desy yang sedang mengeringkan rambutnya.
”Ga tau, paling 3 harian. Tergantung sih, kalo betah bisa seminggu, mumpung liburan…”
”Ya udah, hati2…. charger HP jgn ketinggalan lagi, klo ada apa2 repot nanti..Berangkat kapan…?”
”Bentar lagi dijemput, mbak… berangkaaatt…!” Ros bergegas ke kamarnya sambil bernyanyi2.
Desy menggeleng2 dan tersenyum melihat tingkah adiknya. Ia kemudian berjalan menuju pintu kamar, menutup dan menguncinya. Masih berbalutkan handuk, Desy mengambil HP dan memencet nomer Ade, pacarnya. Mereka sudah berpacaran selama 2 bulan, Ade adalah seorang mahasiswa yang lebih tua 2 tahun dari Desy.
”Ya sayang….?” angkat suara Ade dari sebrang. Suaranya yang merdu selalu membuat hati Desy berdesir.
” Mas… adikku mau ke puncak 3 hari, berangkat sekarang…”
” Dirumah sendirian dong…. ”
” Gak! sama kuntilanak! Pake nanya lagi….”
” Hehehe… iya sayang… nanti aku kerumah ya… lagi ngapain nih..?”
” Bis mandi, masih andukan…” Desy duduk di tepi tempat tidurnya
” Hmmm… seger dong…. pasti badan kamu harum ya… jadi pengen nyiumin….”
Desy mulai terangsang mendengar suara pacarnya. Mereka memang sering melakukan phone sex sebelumnya.
” Kamu lagi ngapain say..?” Tanya Desy sambil merebahkan badannya. Handuknya terlepas sehingga tubuh telanjangnya terbuka. Tangan nya mulai mengusap-usap permukaan vaginanya yang ditumbuhi rambut kemaluan yang tipis.
” Lagi bayangin nyiumin kamu sayang, sambil maenin ini nih.. kesukaan kamu…”
” Maenin apa sayang…” Suara Desy bulai bergetar, ia telentang di tempat tidur dengan kedua kaki mengangkang dan lutut tertekuk keatas. Jarinya mulai mencari tonjolan daging kelentit dan di gosok2 dengan jari telunjuk dan jari tengah.
” Ini sayang, kesukaan kamu….” pancing ade dari sebrang telepon.
” Maenin kontol ya sayang… diapain sayang kontolnya…?” desah Desy.
” Lagi dikocokin sayang, biar ngaceng, terus mau dimasukin…”
” Masukin kemana sayang…?”
” Masukin ke memek kamu sayang, kontol aku mau dimasukin ke memek kamu…:”
”Hhhh… iya sayang, masukin kontol kamu sayang…. aku pengen kontol kamu sayang…”
Desy semakin cepat menggesek2 kelentitnya, nafsunya sudah sangat meledak-ledak.
” Memek kamu udah basah sayang?”
” Udah dari tadi sayang…. ayo dong sayang, masukin kontol kamu… kita ngewe sayang, ngentot…ahhhhh… ngentot sayang…”
Desy mulai meracau ucapan2 cabulnya.. Dia memang sangat terangsang jika mendengar atau mengucapkan kata vulgar selama berhubungan seks atau masturbasi.
Disebrang sana juga terdengar suara pacarnya, Ade dengan nafas memburu. Keduanya bermasturbasi sambil bertukar ucapan2 vulgar.
” Aku mau keluar sayang….ahhh…. kontol… kontol…..ngentot sayang…”
” Keluarin di memekku aja sayang aku juga mau keluar….”
” Ahhhh….. hhhhhhh…..hhhhhh…….” Keduanya mengerang bersamaan dengan orgasme yang didapat oleh Desy. Apakah Ade juga Orgasme, hanya Tuhan yang tahu.
” Aku keluar sayang, memekku keluar… aahhhhhhh… ngentot……ngentot……hhhhhhh…..” Desy mengejang dengan badan terangkat keatas. Tangannya liar mengusap dan menggosok tonjolan kelentitnya.
Setelah nafasnya mulai tenang, Desy mengambil Hpnya.
” Datang jam berapa sayang?” tanyanya dengan masih tersenggal.
” Nanti jam 7an yah, aku ada kuliah…’ jawab Ade.
” Ya udah, jangan lupa bawa baju ganti ya…. sama sutra yang banyak….” Kata Desy sambi tersenyum nakal…
“ Hehehe… pastinya… udah siap tempur nih……” goda Ade.
“ Iya dong… siap2 aja bawa suplemen, biar tahan lama….”
“ Siap bos…. Sampai nanti ya…! mmuach..!!!”
Sekitar jam 4 sore, jemputan Ros datang.
“Mbak….. Berangkat dulu Yaaa…!!!!” teriak Ros. Ia mengenakan hot pant dan kaos ketat
“ Ga ada yang ketinggalan? Tanya Desy sambil mengantar ke pintu depan
“ Ga ada, udah semua… sahut Ros sambil memperlihatkan tasnya yang penuh, maklum persiapan seminggu…
“ Hati2…!!” teriak Desy.
Ros berlari kecil ke mobil van yang menjemputnya, didepan duduk Ray dan Sony yang menyetir, ditengah Sonya dan Della, sementara Jonas di belakang.
“ Hai ganteng…….” goda Ros ke Jonas
” Hai seksi…” jawab Jonas.
Setelah menaruh tas di bagasi Ros langsung duduk di kursi belakang
”Gue mau di belakang aja aahh…..” katanya sambil memeluk lengan Jonas dan tersenyum ke Sonya dan Della..
” Huuu… dasar… ” seru Della
” Ada yang nyolong start nih kayanya…” timpal Sonya
” Salah sendiri, kenapa ga duluan, wek…!” ujar Ros sambil meledek .
Mobil kemudian bergerak sambil tak lupa membunyikan klakson dan dadah-dadah ke Desy yang berdiri di pintu.
” Kakak lo ga diajak sekalian Ros? ” Tanya Sony.
” Mana mau dia, Ada cowonya paling.. dia mah maenannya mahasiswa Son, lo mah masih anak bawang..” kata Ros sambil masih memeluk lengan Jonas.
“ Anak bawang yang bisa bikin anak… Hahahaha….!” timpal Della sambil tos dengan Sonya
“ Cewek lo ga diajak Ray?” tanya Ros ke Ray. Ray adalah yang paling pendiam.
“ Cewek dia kan lagi di Sydney… jadi jomblo local dulu, ya Ray…” celetuk Sonya.
Ray hanya nyengir.
“ Sydney di singapura yah? “ Tanya Ros..
“ Yee… di AUSTRALIA!” kata Sonya dan Della bersamaan.
Memasuki tol Jagorawi lalulintas mulai padat, ditambah hujan turun. Seperti biasa setiap akhir minggu menuju Puncak. Sony dan Ray asik ngobrol di depan, Sonya dan Della tertidur sejak mobil masuk tol. Dibelakang, Ros dan Jonas juga tertidur, Ros masih merapat ke lengan Jonas dengan diselimuti jaket. Dia memeluk lengan kanan Jonas sementara lengan Jonas berada diatas paha Ros Tapi rupanya Jonas tidak betul-betul tertidur udara dingin AC dan hujan ditambah ada makhluk seksi yang menempelnya membuat dia tidak bisa konsentrasi, apalagi buah dada Ros yang besar kenyal menempel Terus di lengannya sejak Ros duduk di sampingnya. Penisnya dari tadi sudah sakit karena tegang terus, tangan kirinya sesekali mengelus2 kemaluannya sendiri dari luar celananya. Dia melirik Ros yang tampaknya sedang tidur lelap. Telapak tangannya mulai mengelus paha Ros yang mulus. Perlahan-lahan telapak tangannya Bergerak ke paha bagian bawah dan mulai meremas lembut. Jempolnya bergerak2 mengelus paha yang montok dengan daging yang kenyal itu.
Sementara tangan kiri Jonas mulai masuk kecelana dan mengocok2 kemaluannya sendiri.
“Sialan belum nyampe aja gue udah horny… “ katanya dalam hati pambil melirik ke Ros. Memang sebenarnya dari dulu Jonas suka memperhatikan Ros, karena dia cewe paling montok dan seksi di sekolah. Akhirnya dia bisa bersama di kursi belakang, hehe…
Ros terjaga karena merasakan elusan dan remasan di pahanya, perlahan ia membuka matanya dan melihat kearah Jonas.
Ketangkap basah, Jonas menghentikan kegiatannya, wajahnya langsung gugup dan kikuk.
Tapi Ros malah tersenyum dan tangan kanannya ikut masuk ke celana Jonas dan mengeluarkan isinya. Terlihatlah penis yang sudah tegang dengan sedikit cairan diujungnya. Tanpa basa basi Ros mengocok penis Jonas dan memasukkannya ke mulutnya. Jonas tampak bingung dan kaget dengan tindakan Ros. Tapi sedetik kemudian ia bisa menikmati hisapan dan jilatan Ros di penisnya. Kepalanya menyandar ke sandaran sambil merem melek. Tangan kanannya sekarang masuk ke hot pant Ros dan meremas-remas dengan gemas kedua bongkahan kenyalnya, terkadang juga jarinya menyusup mengorek lubang vagina Ros dari belakang.
Ros dengan lembut menjilati dan menghisap penis Jonas yang semakin membesar dan berdenyut-denyut, tengan kanannya mengusap dan meremas2 buah zakar Jonas. Jonas benar2 merasakan kenikmatan luar biasa, hingga akhirnya ia merasakan cairan spermanya akan menyembur.
Jonas menekan kepala Ros dan menyemprotkan spermanya kedalam mulut Ros. Ros langsung menyambut semprotan2 itu dan menelan sperma Jonas sambil terus menghisap penis Jonas hingga kering dan bersih.
Setelah tidak ada lagi sisa sperma, Ros memasukkan penis Jonas kedalam celana dan kembali tertidur dipangkuan Jonas. Jonas yang sudah melepaskan hasratnya yang dari tadi tertahan pun langsung tertidur lelap.
Sementara itu di Jakarta, Ade sedang dalam perjalanan menuju rumah Desy dengan sepeda motor. Akhirnya ia bisa bebas bersama Desy, 3 hari pula.. Ia sudah memutuskan tidak kuliah 3 hari kedepan karena akan menginap dirumah Desy.
Setelah tba, Ade memarkirkan motornya dan mengetuk pintu rumah. Pintu dibuka dan muncullah sesosok wanita cantik yang sudah membuatnya mabuk kepayang selama ini. Desy tampak mengenakan kaos longgar dan celana pendek. Bayangan putingnya tampak tercetak di kaos yang dia gunakan.
“ Ehm.. cari siapa ya mas…?”
“ Saya mau numpang bobo disini bisa ga ya..?”
“ Oooohh… bisa.. silakan masuk…”
Ade masuk dan meletakkan tasnya, dia memeluk Desy dan mencium bibirnya dengan bernafsu.
“ Eits mandi dulu… nanti aku bikinin kopi ginseng..” kata Desy
“ Wah sudah siap nih.. ya deh.. aku mandi dulu ya…. “ Ade kemudian mengambil handuk dan menuju kamar mandi…
Selesai mandi, Ade menuju kamar Desy, di situ sudah terhidang di meja kamar kopi ginseng, dan sekotak kondom. Tapi hidangan utamanya ada di tempat tidur, Desy sudah telanjang bulat dengan pose yang menantang. Ade berusaha cool dan meminum kopi ginsengnya. Kemudian dia melepas handuknya dan menuju Desy.
Desy tersenyum melihat kemaluan Ade yang terjuntai kebawah dan bergoyang-goyang ketika Ade melangkah mendekati dirinya..
Sementara di Puncak, Rombongan Ros sudah tiba di suatu villa yang letaknya diatas bukit. Villa ini milik ayah Ray yang dilengkapi dengan kolam renang. Halamannya luas dan sangat private. Penjaga Villa ini adalah Mang Ujang dan istrinya yang tinggal di dalam area villa namun di bangunan yang berbeda. Mang Ujang sudah sangat mengerti kebiasaan Ray, anak majikannya dan sahabatnya Sony, bahkan tak jarang mang ujang mencarikan teman cewek untuk menemani mereka jika tidak ada cewek yang ikut dari Jakarta.
Mang Ujang dan istrinya segera membantu mengeluarkan barang dari mobil.
“ Kamarnya sudah disiapkan den, Bi asih juga udah masak, langsung aja pada makan dulu” Kata Bi Asih istri Mang Ujang.
“ Makasih Bi.. mang ujang kolamnya udah dibersihin kan?” tanya Ray.
“ Udah atuh den, mau bakar ikan, udah siap arang sama ikannya, mau stel musik udah siap sound systemnya, kulkas juga udah diisi penuh.. Pokoknya mah semua REDI…!!!” ujar mang ujang sambil mengacungkan jempolnya.
“Siapa dulu dong…Ujaangg… the best lah pokoknya….! nanti anter saya ke bawah lagi ya mang, cari yang seger2…!!” kata Sony
“ Siap den…!!!”
“ Mandi dulu yah.. baru makan..” kata Jonas
“ Ya mandi dulu bro, tadi abis kerja keras kan dijalan” Ujar Sony sambil tersenyum.
“ Heh..?”
“ Yah sok bego…. bau peju lo tuh kecium se mobil tau….” sambung Sony disambut tawa semua orang…
Mereka kemudian memasuki kamar, ada dua kamar, satu kamar diisi para cewek, satu kamar diisi para cowok.
“Emang tadi lo dimobil ngapain Ros?” tanya Della ketika para cewek sudah didalam kamar.
Ros ga menjawab tapi ngasih kode dengan huruf ‘O’ didepan mulut dan lidahnya menekan pipinya dari dalam.
“ Tuh kan.. nyolong start..!” kata Sonya..
“ Hehehe… gue mau ama Jonas aja ah bosen ama Sony melulu…” ujar Ros
“ Yah gantian dong… elo ama Ray aja, kan baru sekali kan?” timpal Sonya
“ Ga tau gue kalo ama Ray agak segen, anaknya diem sih…”
“ Yang diem kan mulutnya, kalo kontolnya kemana-mana…….” celetuk Della
“ Hahahaha…. gokiiill…..!!!” mereka bertiga saling memukul bantal dan guling..
Setelah mandi, mereka makan ikan bakar di tepi kolam, sambil merencanakan kegiatan untuk besoknya. Selesai makan Sonya mengajak untuk karaoke di ruang keluarga.
Lagu ngebeat pun terdengar dari sound system. Isi kulkas yang terdiri dari berbagai minuman ringan dan minuman keras dikeluarkan. Tanpa komando setia orang merapat ke pasangan masing2. Ros ke Jonas, Sonya ke Sony dan Della asyik dengan Ray.
Menjelang tengah malam suasanasana semakin meriah, Ros menyetel DVD dangdut koplo dan mulai berjoget diatas meja. Mukanya memerah karena sudah agak mabuk. Sonya ikut berjoget di atas meja dengan tangan kanannya masih memegang botol vodka-mix. Dengan goyang yang hot mereka melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Sementara Della sedang asyik mengulu penis Ray di sofa. Jonas dan Sony melihat aksi Ros dan Sonya sambil memegang penis masing2 yang sudah tegang.
Ros kemudian mendekati Jonas dan mengajak ikut berjoget. Dibukanya kaos Jonas dan celananya sehingga keduanya sama2 bugil. Ros menempelkan selangkangannya di penis Jonas yang sudah tegang dan pantatnya bergerak maju mundur seirama dengan musik dangdut koplo yang diputar dengan kedua lengannya lurus mengapit leher Jonas.. Jonas merasakan penisnya ngilu dan geli karena bergesekan dengan rambut kemaluan Ros yang tipis namun agak kasar.
Selang beberapa gesekan, Jonas tidak sabar dan segera memasukkan penisnya ke daam vagina Ros yang sudah basah. Ros menggigit bibir bawahnya sambil mengerang pelan ketika penis Jonas yang lumayan besar memasuki vaginanya… “nggghhh….” Mereka akhirnya ngeseks dengan posisi berdiri
Sonya juga mendekati Sony yang masih mengocok2 penisnya dan kemudian meliuk2akn tubuh telanjangnya didepan Sony. Ia kemudian duduk di pangkuan Sony dengan membelakangi dan menggoyang pantatnya sehingga permukaan vaginanya menggesek2 penis Sony.
Della dan Ray sudah duluan berkawin, Ray santai duduk menyadar di sofa sementara Della diatasnya berhadapan sambil menggerak2kan tubuhnya naik turun. Tangan Ray meremas 2 kedua buah dada Della yang besar sambil sesekali memilin puting susu Della dan menghipapnya.
Sementara disebelah mereka Sonya duduk bersandar di pangkuan Sony. Tangan kirinya memegang sandaran sofa sementara tangan kirinya menahan tubuhnya sambil tetap memegang botol vodka. Kepala Sony muncul dari ketiak kiri Sonya dan menghisap2 puting susu Sonya. Kemaluan mereka sudah menyatu dengan kombinasi gerakan pinggul memutar Sonya yang liar dengan gerakan maju mundur penis Sony.
Di sisi lain, Della dan Ray sudah berganti posis. Della berbaring di karpet dan Ray menyetubuhinya dari atas. Gerakan Ray semakin cepat ketika dia merasakan spermanya akan keluar. Demikian juga Della yang akan mencapai puncak orgasmenya. Mukanya merah padam dengan dahinya mengkerut karena menahan nikmat. Buah dadanya bergoncang-goncang karena hemtakan pinggul Ray yang semakin keras.
“ Hhhh… Ray… gue mau keluar…… Ahhhh….” tubuh Della mengejang karena mengalami orgasme. Vaginanya berdenyut2 dan Della merasakan kenikmatan diseluruh tubuhnya.
Ray tidak berkata apapun, dia konsentrasi menggerakkan pinggulnya dan mengocok vagina Della dengan penisnya yang terasa semakin membesar. Ketika dia merasakan spermanya akan muncrat, Ray mencabut penisnya dan mengocoknya di depan wajah Della.
Della langsung membuka mulutnya siap2 menyambut semprotan sperma Ray, lengannya meremas2 buah dadanya sendiri dan satunya mengusap2 permukaan vaginanya.
Akhirnya Ray mencapai klimaks nya dengan menyemprotkan cairan spermanya ke wajah Della. Sekitar 5-6 semprotan dia rasakan di penisnya. Seluruh badannya tegang merasakan kenikmatan orgasme. Setelah semua spermanya keluar, Ray memasukkan penisnya ke mulut Della yang disambut dengan hisapan lembut. Penisnya terasa berdenyut dan sedikit geli akiat sisa2 orgasmenya.
Setelah puas, Ray mencabut penisnya dari mulut Della, dan bergegas menuju kamar mandi. Della membersihkan mulut dan vaginanya dengan tisu dari meja, kemudian duduk di tepi meja sambil meminum sekaleng softdrink. Melihat kedua temannya yang masih asyik ngeseks Della pun menggoda.
“Hayo.. ayo…. digoyang terusss…….” katanya sambil tersenyum
Sonya dan Ros tampaknya tidak peduli karena sedang enak-enaknya di setubuhi oleh Sony dan Jonas..
Sonya dan Sony sekarang sedang bermain dalam gaya anjing kawin, sementara Ros dengan semangat bergoyang2 diatas tubuh Jonas yang telentang dikarpet. Dadanya yang lebih besar dari Della ikut berguncang tak teratur dan sesekali di tangkap oleh tangan Jonas untuk di remas dan dihisap
Iseng, Della mengambil HP nya yang terletak di meja dan masih dalam keadaan telanjang ia merekam teman2nya yang masih asyik beradu kelamin.
“Dan inilah para bintang bokep kita…… hihihi…” Della menggoda dmereka dengan gaya ala reporter tv
“ Miss Sonya, bagaimanakah permainan saudara Sony ini..?” goda Della dengan megarahkan kamera Hp ke Sonya yang sedang menungging disodok Jonas dari belakang.
Sonya hanya menyeringai sambil mengeluarkan lidahnya
“ Pokonya muantap lah… hahaha…” kata Sonya sambil terus menggerakkan pantatnya maju mundur. Wajahnya tampak berkeringat padahal cuaca di Puncak malam itu lumayan dingin.
“ Dan ini dia pejantan tangguh yang sedang menggagahi miss Sonya…. How are you mister Sony.. Sony boy..?” Kamera HP Della beralih ke Sony. Sony hanya nyengir sambil mengacungkan jari tengahnya
Della mengambil gambar kearah penis Sony yang keluar masuk vagina Sonya.
“ Asyiiikkk….. hajar terus…!!!” seru Della.
Della kemarin beranjak menuju Ros dan Jonas dengan melangkahi Sonya yang sedang menungging. Pantatnya yang bulat padat melewati muka Sony yang langsung meremas dengan gemas.
“ Aduh Sony… sakit bego!!” Della berteriak sambil memukul lengan Sony
Sony dan Sonya hanya tertawa tanpa menghentikan gerakan pinggul mereka
Sekarang Della mengarahkan Hpnya ke Ros yang juga sedang asyik menguyel2 penis Jonas dari atas.
“ Dan di sini terlihat miss Ros yang sangat Hot sekali… Gayanya yang merangsang dong Ros!” pinta Della.
Ros langsung berpose dengan menyibakkan rambutnya keatas dan kepala agak mendongak. Matanya setengah terpejam dan lidahnya menjilati bibir atasnya, semetara pinggulnya terus bergoyang2 berputar2 menjepit penis Jonas
“Hahaha…. dasar pemaen bokep…!” kata Della.
Della kemudian agak mundur sehingga merekam kedua pasang yang masih asyik entot-entotan.
“ Pemirsa, terlihat pertempuran semakin sengit dan seru..”
Tiba2 terbersit ide di kepalanya…
“ Eh tukeran dong Sonya sama Jonas, Ros sama Sony!”
Mendengar itu Ros berseru manja.
“ Hah apa? Ga mauuu…..” ujarnya sambil mengepit selangkangannya lebih rapat.
Tapi kebalikannya, Sonya langsung meyambut dengan gembira.
“ Iya… tukeraaannn….!!!” ia langsung berdiri dan berlari-lari kecil menuju Jonas dengan lucunya. Sony yang penisnya tiba2 tiba kehilangan pasangannya langsung melongo.
“ Yah..???” katanya dengan raut wajah bego melihat kelakuan Sonya.
“ Ga mau.. ga mau…!!! pokoknya ga mau!” seru Ros sambil menggeleng2kan kepalanya seperti anak kecil yang tidak mau turun dari komidi putar.
“ Gantian dong cin…. elo kan udah duluan di mobil.” pinta Sonya sambil menggoyang2 lengan Ros.
“ Iya Ros gantian lah… tuh kasian Sony udah nunggu…” Kata Della sambil terus merekam.
Dengan cemberut dan pura2 marah Della pun bangun. Penis Jonas terilhat mengkilap dan bergoyang ketika baru keluar dari lubang vagina Ros.
“ Yes…. makacih ya cin…! hay Jonas…..” seru Sonya, dia langsung melangkahi kakinya seperti hendak menunggang kuda dan langsung memasukkan penis Jonas yang tegak mengacung ke vaginanya. Sllebb!!!
“ Aduh! pelan2, Nya…!” seru Jonas karena penisnya terasa ngilu
“ Udah, diem aja…” ujar Sonya cuek. Dia langsung menggoyang pinggulnya maju mundur. Tidak kalah hot dengan Ros.
Ros dengan cemberut mendekati Sony dan langsung menungging dengan bertumpu ke meja.
“ Ros sayaaang… senyum dong…!” goda Della dengan kamera Hpnya.
Melihat ada santapan baru, Sony langsung menusuk lubang vagina Ros dari belakang.
Ros menjerit kecil karena penis Sony memang tergolong besar dan panjang
“ Awh! Pelan2 botak! kontol elo tuh kaya kontol kuda tau..! “
Sony tak perduli, dia tetap menghujam vagina Ros dengan kencang, dia menciumi leher Ros dari belakang dan kedua lengannya memegang buah dada Ros yang besar.
Ros pun akhirnya bisa menikmati permainan Sony dan tanpa sadar matanya terpejam dengan kepala terangkat. Tangan kanannya terangkat memegang belakang kepala Sony.
Jonas da Sony memang meiliki stamina yang luar biasa. beberapa kali mereka bisa membuat Ros dan Sonya mencapai klimaks. Setelah Ros orgasme, gantian Della yang ngeseks dengan Sony sementara Ros yang merekam dengan HP. Sonya yang juga telah mencapai puncak kenikmatannya terbaring di karpet sementara Jonas yang penisnya masih tegak mendekati Della yang sedang berada diatas Sony dan memasukkan penisnya ke mulut Della.
“ Mampus lo Del, dikerjain dua kontol, hihihihi….!” goda Sonya
Della tidak bisa menjawab karena mulunya dsumpal oleh penis Jonas yang besar.
“ Hmmpf….mmff..”
Sonya dan Ros tertawa melihat Della.

7 komentar:

  1. Balasan